Tidak Harus Booming untuk Memberikan Pesan Positif, 5 Hal ini Bisa Kita Pelajari dari Film Survival Family

Awalnya bertanya-tanya mengapa film ini tiba-tiba diwajibkan untuk ditonton oleh Dosen, termasuk saya di dalam nya. Ya, karena kewajiban, mau tidak mau akhirnya saya menonton.

Film ini awali oleh kisah tentang satu keluarga di salah satu daerah Jepang yang hidup layaknya keluarga zaman sekarang. Keluarga yg memiliki ketergantungan pada peralatan elektronik. Hingga suatu ketika karena sesuatu dan lain hal, seluruh dunia mengalami Mati Lampu. Bukan hanya Mati Lampu, namun juga mereka mengalami keterbatasan bahan makanan dan juga air. Satu per satu kerabat dan warga pun mulai meninggalkan Tokyo.

Karena tidak tahan dengan kondisi tersebut, mereka satu keluarga memutuskan untuk bersepeda menuju kampung orang tua dari Ibu mereka.

Kisah perjalanan mereka untuk bertahan hidup sampai kota kembali pulih mengajarkan kita akan 5 hal berikut:

1. Seringkali kita hidup bersama-sama dengan orang terdekat, namun sebenarnya kita tidak saling kenal

Adegan ketika mereka menemui jalan buntu di perjalanan, kemudian anak perempuan dari keluarga tersebut memberontak dan menyalahkan kan ayahnya. Sang ayah yang membela diri menjadikan suasana semakin memanas. Terjadi adu mulut antar ayah dan anak, hingga sang Ibu berteriak dan berkata ” Dari sejak pertama kali kalian lahir sampai sekarang. Ayah kalian memang keras kepala, selalu ingin didengarkan, begitulah ayah kalian. Kalian tidak mengenal ayah kalian”

Adegan ini seakan mengingatkan bahwa seringkali kita hidup bersama orang terdekat namun kita tidak mengenalnya.

2. Daripada mengutuk masalah yang datang, lebih baik fokus pada solusi permasalahan tersebut.

Masalah mati lampu menjadi sangat serius ketika kehidupan sangat bergantung pada listrik. Namun daripada terus menerus mengutuk mati lampu, lebih baik memikirkan cara untuk mencari solusi atau jalan keluar. Keluarga ini memutuskan mengayuh sepeda untuk pulang ke rumah orang tua ibu mereka.

3. Uang bukan lah segala nya

Dalam kondisi darurat bahan pangan, dan kebutuhan hidup. Maka uang tidak lagi menjadi berharga. Pada saat itu, sesedikit apapun bahan pangan akan menjadi berharga, karena orang hanya mau menukar makanan dengan makanan.

4. Kita masih bisa hidup dengan cara Tradisional

Hidup di era modern menjadikan manusia hidup dalam keadaan serba instan. Mau air panas ada dispenser, mau masak nasi ada rice cooker, mau masak makanan hewani, tinggal beli dari pasar. Film ini menyajikan sisi lain dimana untuk makan dan memasak makanan kita masih bisa menggunakan cara tradisional dengan menggunakan teknik mengasapi. Juga kita bisa survive dengan benar-benar mengetahui semua proses mulai dari menangkap hewan sebagai bahan makanan sampai mengolahnya

5.Orang tua kita selalu merindukan anak dan cucu nya apalagi di masa tua

Adegan menguras air mata terjadi ketika keluarga tersebut akhirnya sampai ketempat orang tua Ibu mereka. Terlihat raut bahagia sang Ayah melihat anak dan menantunya pulang. Dan lebih lagi bahagia bertemu dengan cucu-cucunya. Di masa tua, kebersamaan itu yg dirindukan para orang tua.

Film ini saya rekomendasikan untuk segala umur dan latar belakang. Nilai yang disampaikan cocok dengan kehidupan saat ini.

Selamat menonton…

Iklan

5 Tips Sederhana Meningkatkan Kapasitas Diri

meningkatkan-kapasitas-diri
http://ciricara.com/wp-content/uploads/2012/12/26/meningkatkan-kapasitas-diri.jpg

Sebagai manusia yang hidup di tengah berkembangnya teknologi informasi, pastinya kita dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Hal ini dikarenakan, semakin canggihnya teknologi, membuat beberapa pekerjaan manusia mulai diambil ahli oleh teknologi. Dengan tetap meningkatkan kapasitas diri, tentunya akan membuat diri kita lebih berharga dan tetap dapat bekerja sebagaimana mestinya tanpa takut kehilangan pekerjaan. Berikut 5 tips sederhana meningkatkan kapasitas diri ala Steffi.

1. Menambah Jam untuk Membaca.

Benar sekali pepatah yang mengatakan “Jika kamu ingin mengetahui Dunia maka membacalah, Tapi jika kamu ingin diketahui Dunia, maka menulislah”. Membaca akan menambah informasi kita terhadap banyak hal. Dan dari membaca pula kita bisa belajar banyak hal. Informasi-informasi yang kita terima dapat kita proses lagi menjadi sesuatu yang dapat meningkatkan kapasitas diri kita. Lalu apa yang di baca? Baca saja apapun yang ingin kita baca. Mulai dari Buku, Artikel Ilmiah, Majalah sampai berita-berita online pun bisa menjadi bahan bacaan kita sehari-hari. Nah dengan menambah jam baca kita tentu nya kita bisa menambah jumlah informasi yang masuk, dengan demikian bisa bertambah pula kapasitas diri kita, apalagi kalau yang kita baca adalah bacaan yang relevan dengan hal yang ingin kita tekuni

2. Mulai Menjadi Bagian dari suatu Komunitas

Manusia adalah mahluk sosial, maka sudah semestinya bersosialisasi. Menjadi bagian dari komunitas tertentu akan memberikan dampak positif terhadap diri kita. Komunitas yang dimaksud tentunya komunitas yang positif. Di Indonesia banyak komunitas yang sering mengadakan pertemuan atau biasa disebut Kopi Darat alias KopDar yang diisi dengan saling berbagi pengetahuan. Nah, hal ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas diri kita.

3. Semangat Mempelajari Hal Baru secara Otodidak

Memang bukan suatu keharusan untuk mempelajari hal baru. Namun terkadang untuk beradaptasi dalam suatu keadaan terkadang kita terpaksa untuk mempelajari hal baru. Jangan khawatir, di era teknologi, banyak sekali kemudahan dalam mempelajari sesuatu. Istilah nya tanya saja sama mbah gugel, semua beres. Hal baru yang kita pelajari itu lah menjadi tambahan kapasitas diri. So, Tetap semangat

4. Fokus pada Satu bidang Keahlian

Saya selalu mencontohkan Mana lebih mahal Dokter Umum atau Dokter Spesialis? Nah, tentunya dokter spesialis kan? Oleh karena itu, tetaplah fokus pada bidang yang kita inginkan. Dengan bertambahnya jam terbang kita di suatu bidang, maka kita akan menjadi semakin ahli di bidangnya. Tanpa kita sadari kapasitas diri kita pun sudah pasti meningkat

5. Berbagi lah

Berbagi? Yaps berbagi lah. Percaya tidak percaya, apapun yang kita bagikan sebenarnya tidak pernah berkurang dari diri kita. Apalagi yang berkaitan dengan ilmu. Kenapa? Karena Mengajar adalah cara untuk belajar

Sekian tips sederhana, bila ada tambahan dari teman-teman silahkan corat coret di komentar 🙂

Steffi

Nah, Ini dia Aplikasi untuk Membantu Mengerjakan Tugas Kuliah atau Kerja

Pernah kah, dikejar deadline tapi Laptop bermasalah.

Atau Pengen pegang HP terus tapi Kerjaan selesai???

Pastinya, kita semua termasuk saya merupakan orang yang lebih banyak berinteraksi dengan gagdet. Akan menjadi lebih seru, kalau ternyata gagdet kita bisa membantu untuk mengerjakan pekerjaan kita. Apakah itu untuk mengerjakan Tugas Kuliah, ataupun untuk mengerjakan Tugas Kantor. Nah ini dia aplikasi yang pernah saya gunakan untuk mempermudah pekerjaan saya.

1. Microsoft Word, Excel, PowerPoint

Ketiga aplikasi ini merupakan aplikasi andalan sehari-hari yang biasa saya gunakan untuk mengerjakan pekerjaan seperti memeriksa tugas mahasiswa, kemudian melihat jadwal mengajar, dan juga untuk membuat presentasi-presentasi sederhana di kala laptop sedang tidak berada di samping saya.

Semakin hari aplikasi ini diupdate untuk semakin memudahkan pengguna Smartphone memaksimalkan fungsi nya. Saya pernah membuat presentasi sederhana melalui Smartphone kemudian dipindahkan ke Laptop. Alhamdulillah hasilnya sama dan bagus

2. Camscanner

Sesuai namanya aplikasi ini membantu dalam hal menscan dokumen yang bentuknya hardcopy menjadi softcopy, dengan memanfaatkan kamera Smartphone kita. Wahhh, enak kan? Biasanya untuk menscan dokumen kita harus menggunakan scanner pada printer atau scanner manual. Yang bentuk nya besar. Untuk hasil nya, menurut saya untuk kondisi darurat not bad lah

3. Gmail

Kalau aplikasi yang ini, saya yakin banyak yang sudah familiar. Sebenarnya tanpa aplikasi ini, kita juga bisa membuka akun email gmail kita melalui Browser. Namun aplikasi ini sangat membantu karena ada fitur pemberitahuan untuk email yang masuk. Tentunya email yg masuk bisa seperti sms, atau chatting yang masuk. Sesegera itu kita bisa mengetahui bahwa ada yang mengirim email kepada kita. Dan kita pun bisa langsung membalasnya jika menginginkan

4. Browser (Google Chrome, Internet Explorer, Opera dll)

Ya karena sekarang zamannya nama ke mbah Gugel, sudah pasti aplikasi ini sangat membantu untuk mencari sesuatu hal atau informasi yang kita ingin ketahui. Masing-masing browser punya keunggulan dan keahlian nya masing-masing. Terserah pengguna mau memilih yang mana

5. WhatsApp

Mungkin ada yang bingung kenapa saya memasukkan aplikasi WA ini. Sepengalaman saya, aplikasi WA memudahkan komunikasi antar rekan kerja. Kalau untuk saya, aplikasi ini memudahkan menyampaikan informasi ke mahasiswa. Sebagai aplikasi chatting, maka bisa dipastikan mahasiswa lebih sering membuka aplikasi chatting daripada email. Hal ini sangat membantu sekali kalau ada hal-hal urgent yang harus di sampaikan. Maka sebenarnya tidak heran kalau akhirnya saya punya whatsapp group. 🙂

Sebenarnya masih ada beberapa aplikasi lain yang biasa saya gunakan seperti Adobe Reader, kemudian Rar dan lain sebagainya. Tetapi sehari-hari 5 aplikasi di atas adalah aplikasi yang paling intens saya gunakan.

Sudah selayaknya kita menjadi Smart dalam memanfaatkan Smartphone kita

Kalau teman-teman punya rekomendasi aplikasi lain silahkan corat coret di kolom komentar ya.

NB: Postingan kali ini saya coba pakai aplikasi WordPress dari Smartphone 🙂 Kalau masih berantakan maafkan ya, masih berusaha mengeksplor aplikasi yang satu ini

Tips Menemukan Ide untuk Membuat Tulisan bagi Pemula

What-is-your-big-idea
sumber: https://assets.entrepreneur.com/content/3×2/1300/great-idea.jpg

Salah satu penghambat menulis adalah Ide. Ide ini ibarat hantu/momok terutama untuk seseorang yang baru belajar konsisten menulis seperti saya. Nah, berdasarkan pengalaman pribadi, berikut adalah tips untuk menemukan ide yang akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan:

  1. Membaca

Kegiatan menulis sudah pasti tidak bisa lepas dari membaca. Membaca dapat menambah referensi kita dalam menulis. Terkadang ide tiba-tiba muncul ketika kita membaca. Lalu apa yang dibaca? Sederhana saja, baca apapun yang bisa dibaca, mulai dari buku, majalah, koran, bahkan status mantan eh maksudnya status-status di media sosial. Kadang-kadang melihat tulisan orang lain, membuat kita punya ide untuk menulis.

Reading
sumber: http://tulisbaca.com/wp-content/uploads/2013/10/Reading.jpg
  1. Melihat Galeri Foto

Tips yang kedua adalah melihat kembali galeri foto. Galeri foto bisa saja yang berbentuk fisik, atau pun foto di Laptop atau gadget. Salah satu tujuan orang mengabadikan moment dengan foto adalah untuk menciptakan kenangan. Bisa ajah kan dengan melihat salah satu foto, lalu kita teringat akan suatu kejadian dan menuliskannya. Ayo dilihat-lihat kembali foto-fotonya.

  1. Jalan-Jalan

Tentang Jalan-jalan ini, sudah pasti akan banyak cerita yang bisa diceritakan. Karena pengalaman selama jalan-jalan akan mudah untuk diceritakan kembali. Tapi, pasti ada yang berpikir, kalau mau menulis harus jalan-jalan, berapa budget yang harus dikeluarkan? Tenang, jalan-jalan tidak harus melulu tentang travelling kok. Berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain juga bisa disebut jalan/berjalan. Atau ke mall, ke warung, bahkan Cuma berpindah ruangan pun bisa di sebut jalan-jalan. Intinya berpindah posisi sejenak dari tempat kita berada. Tujuan nya sederhana, dengan berpindah, kita bisa mengamati sekeliling dan ya mungkin saja ide akan muncul.

a1
sumber: http://mediaindonesia.com/files/news/2016/01/a1.jpg
  1. Berdiskusi dengan Teman

Ini adalah tips yang sering saya gunakan ketika saya sedan buntu ide. Sahabat saya, Isnia Nuruldita, merupakan orang yang paling sering saya gangguin ketika buntu ide. Beliau sangat membantu saya dalam hal menemukan ide dan tema tulisan. Salah satu alasan menemukan ide dengan berdiskusi dengan teman adalah terkadang teman kita melihat sisi cerita/ide yang tidak kita pikirkan. Terima kasih ya, Nia aka Blogger Ibukota.

  1. Membuka Kenangan Lama

Tips terakhir adalah membuka kenangan lama. Mungkin agak aneh terdengar, tapi saya pernah mencoba, ketika sedang kesulitan menemukan ide, saya coba mengenang kembali kejadian-kejadian dalam hidup saya. Bisa kejadian seputaran keluarga, lingkungan kerja, lingkungan sekitar, sampai urusan percintaan yang kadang membingungkan (Maaf curcol) Hahahahah. Kemudian, saya akan memilih kenangan mana yang paling-paling, entah itu paling lucu, paling sedih, paling aneh, dan paling-paling lainnya untuk dijadikan tulisan. Beberapa kali tips ini juga efektif, apalagi kalau dipadukan dengan tips no 2. Klop sudah.

 

Nah 5 tips tadi merupakan cara-cara saya untuk menemukan ide. Alhamdulillah, sudah menghasilkan tulisan-tulisan singkat di Instagram @steffi_adam sekalian promosi karena mengikuti tantangan 30 hari bercerita alias Ngeblog di Instagram. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada ide lain atau pengalaman-pengalaman seru lain silahkan tinggalkan di kolom komentar. Terima Kasih

7 Hal yang Dikerjakan Dosen selain MENGAJAR

Ery1wDPowZ
https://img.okeinfo.net/content/2014/09/13/373/1038619/Ery1wDPowZ.jpg

Kebanyakan orang berpikir bahwa seorang dosen itu tugasnya hanya mengajar atau memberikan materi di dalam kelas, namun sebenarnya dosen juga memiliki beban kerja lain selain mengajar. Berikut 7 hal yang umumnya dikerjakan dosen selain mengajar:

  1. Menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester

Ketika saya masih menjadi mahasiswa, saya berpikir bahwa dosen hanya menyiapkan materi presentasi menggunakan Ms.Power Point. Namun ternyata lebih dari itu, seorang dosen ketika mengampu suatu mata kuliah, dosen diwajibkan untuk membuat Rencana Pembelajaran Semester atau biasa disebut RPS. Di dalam RPS akan tertera secara jelas kompetensi apa saja yang harus dicapai mahasiswa untuk mata kuliah tersebut. Selain kompetensi, di dalam RPS juga terdapat informasi mengenai daftar acuan yang digunakan (buku, jurnal, atau sumber lainnya), topik pembelajaran, peta capaian mata kuliah, metode pembelajaran, durasi waktu, sampai bobot penilaian. Jadi kalau kita sedang jalan-jalan, RPS itu diibaratkan ittenary perjalanan.

  1. Memeriksa Tugas Mahasiswa

Tugas lainnya tak kalah penting adalah memeriksa tugas mahasiswa. Untuk tugas yang satu ini, banyak atau sedikitnya tergantung pada masing-masing dosen. Biasanya dosen akan menyesuaikan dengan rubrik penilaian yang telah di buat sebelumnya. Kadang ni ya, mahasiswa berpikir dosen senang kalau memberikan tugas pada mahasiswa, padahal sebenarnya memberikan tugas pada mahasiswa itu sama saja menambah pekerjaan dosen.

  1. Menyiapkan Soal Ujian dan Memeriksa Hasil Ujian

Ujian dilakukan untuk mengevaluasi apakah capaian yang dibebankan pada mata kuliah sudah tercapai apa belum. Sebagai seorang dosen, menyiapkan soal ujian tidak bisa dilakukan serta merta, karena soal ujian yang dibuat harus disesuaikan dengan capaian-capaian yang ingin dicapai pada mata kuliah. Hal ini berarti sewaktu akan membuat soal ujian, dosen harus membuka kembali RPS yang telah dibuat, agar soal yang dibuat benar-benar dapat mengevaluasi capaian yang diinginkan.

  1. Menjadi Pembimbing Akademik

Pembimbing Akademik dapat diibaratkan sebagai Wali Kelas ketika kita bersekolah dulu. Pembimbing akademik ditugaskan untuk membimbing mahasiswa selama proses perkuliahan. Biasanya akan dijadwalkan waktu untuk bimbingan akademik. PAda saat bimbingan mahasiswa diperkenankan untuk berdiskusi atau bertukar pendapat tentang akademik selama perkuliahan, bahasa gaul nya adalah curhat.

  1. Menjadi Pembimbing Skripsi

Setiap kampus memiliki kriteria agar seorang dosen bisa menjadi pembimbing tugas akhir atau skripsi. Nah apabila dosen yang bersangkutan sudah memenuhi kriteria, maka dosen tersebut akan diberi tugas untuk membimbing mahasiswa yang sedang tugas akhir. Membimbing mahasiswa yang sedang tugas akhir, berarti secara tidak langsung ikut juga dalam penelitian mahasiswa tersebut. Sedikit banyak, pembimbing skripsi juga memberikan masukan, arahan, dan motivasi agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir dengan baik. Biasanya mahasiswa akan mengingat pembimbing skripsi nya meski sudah lulus. apalagi dosen pengujinya. hahahahah

  1. Melakukan Penelitian

    laptop-2557615_960_720
    https://pixabay.com/id/laptop-mac-komputer-browser-2557615/

Pekerjaan dosen yang satu ini jarang diketahui oleh mahasiswa, padahal penelitian merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan TInggi yang harus dan bahkan wajib dikerjakan oleh dosen. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk mengasah kedalaman ilmu seorang dosen. Penelitian yang dilakukan dosen ini diharapkan juga dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Setelah penelitian selesai dilaksanakan maka seorang dosen diwajibkan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya ke dalam berbagai bentuk seperti seminar Ilmiah maupun jurnal ilmiah.

  1. Melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat

Tri Dharma Perguruan TInggi yang ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat. Dosen juga punya kewajiban untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Pengabdian ini dapat dikemas dalam berbagai bentuk seperti sosialisasi, pelatihan, dan juga pembinaan. Pengabdian dosen dilakukan sesuai dengan bidang ilmu nya.

Ternyata dosen tidak hanya mengajar di kelas kan? Banyak hal lain yang harus dikerjakan oleh seorang dosen. Hal-hal tersebut di atas masih hal-hal yang bersifat teknis, belum yang tidak terlihat seperti tanggung jawab moral untuk mendidik mahasiswa, dan jalan-jalan (ini khusus buat saya) 😀 😀 😀 

 

5 Tipe Mahasiswa Pemikat Hati Dosen

654670579-high-school-lecturer-chalk-blackboard
Sumber: http://footage.framepool.com/shotimg/qf/654670579-high-school-lecturer-chalk-blackboard.jpg

Saat ini saya berprofesi sebagai Dosen Prodi Sistem Informasi, Selama kurang lebih empat tahun menjadi dosen, berbagai tipe mahasiswa telah saya temui di kelas. Di antara banyaknya tipe mahasiswa yang pernah saya temui, berikut adalah tipe-tipe mahasiswa yang selalu terkenang di hati. Ya meski terkadang saya sulit mengingat nama, namun mahasiswa dengan tipe di bawah ini selalu mendapatkan ruang khusus dalam hati saya. Asyik.:D

  1. Mahasiswa yang aktif ketika pembelajaran

Sebagai Dosen, saya paling senang kalau ada mahasiswa yang aktif selama pembelajaran. Aktif disini maksudnya aktif berdiskusi mengenai materi ajar. Dengan adanya timbal balik diskusi mahasiswa, maka pembelajaran menjadi dua arah, dan saya juga bisa melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi ajar. Ya meski terkadang ada juga mahasiswa yang bertanya untuk menguji, atau muncul juga pertanyaan-pertanyaan di luar materi. Dan yang paling sering. “Bu, kapan kita pulang?”

  1. Mahasiswa yang mau berusaha untuk belajar/menyelesaikan tugas

Nah, tipe mahasiswa seperti ini terkadang memang membuat repot, karena akan menyita waktu. Mahasiswa dengan tipe seperti ini akan berulang kali bertanya mengenai tugas yang diberikan. Harapannya pasti mendapatkan hasil tugas yang maksimal. Namun, di balik itu, sebagai seorang dosen, saya akan memberikan catatan tersendiri untuk mahasiswa seperti ini. Karena ini menunjukkan keseriusannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

  1. Mahasiswa yang ramah dan sopan

Idealnya setiap orang akan menyenangi sikap ramah dan sopan dari orang lain. Saya punya pengalaman yang tak terlupakan ketika ada seorang mahasiswa yang menyempatkan diri datang mengantarkan sendiri surat izin di saat istrinya mau melahirkan. Padahal dia seandainya mahasiswa tersebut mengirimkan SMS, maka akan saya terima. Yang lebih membuat terharu, mahasiswa ini berumur jauh di atas saya.

  1. Mahasiswa yang rapi dan wangi

Mahasiswa yang selalu rapi dan wangi bisa juga mencuri perhatian saya sebagai dosen. Rapi dalam berpenampilan membuat saya merasa nyaman ketika memandangnya. Dan wangi bisa memanjakan indra penciuman. Mahasiswa tipe ini saya harapkan menduduki bangku-bangku depan, sayangnya kebanyakan mereka terselip di antara teman-temannya.

  1. Mahasiswa yang lucu

Di antara banyak nya tipe mahasiswa, saya akan sangat berterima kasih dengan tipe Mahasiswa yang lucu. Lucu disini bisa diartikan sebagai mahasiswa yang berperilaku sehingga membuat orang lain tertawa. Hal ini karena mahasiswa dengan tipe ini akan menjadi pencair suasana kelas yang terkadang sudah kusut. Nah, mahasiswa yang lucu akan selalu menjadi idola di kelas.

“Meski begitu, saya menerima kalau setiap mahasiswa unik dan spesial. Yang punya keunggulannya masing-masing”

Namun karena keterbatasan, hanya beberapa mahasiswa yang teringat dan terkenang. Tipe di atas tentunya tidak mutlak, karena setiap dosen memiliki preferensi berbeda terhadap tipe mahasiswa yang akan diingat.

Untuk mahasiswa, menjadi yang terkenang di hati dosen bukanlah yang utama, meski kadang wajah menentukan nilai. Hahahahaha. Namun yang terpenting adalah bagaimana proses pembelajaran dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan sebagai calon-calon sarjana. 😀

Batam, 11 Januari 2018

Steffi Adam

Travelling Ketika Galau Melanda

Tergelitik dengan pertanyaan ” Kalau ko galau, trus travelling, sebenarnya berdampak gak si sama masalah yang dihadapi? ”

To be honest, gak ngefek…

Maksudnya enggak berdampak langsung ke masalah yang dihadapi.

Pada beberapa masalah ada kemungkinan kita pergi sejenak kemudian masalah kita diselesaikan orang lain. Tapi di masalah yang lain, hal ini belum bisa terjadi. Apalagi masalah yang dihadapi bersangkutan dengan hal pribadi di diri kita.

Masalah yang terjadi itu adalah tanggung jawab kita untuk menyelesaikannya.

Well, terus apa dampak travellingnya. Menurut pengalaman saya, travelling di saat bermasalah itu sebenarnya hanyalah salah satu cara untuk  me time atau biasa disebut waktu untuk diri sendiri.

20150514_130432
Sumber: doc pribadi penulis; Loc: Puncak Munara, Rumpin, Bogor

Nah, kegunaan me time ini adalah merelease kembali semua tentang diri kita yang sudah tegang diterpa berbagai macam pemikiran, pertimbangan, dan segala macam rupa dari masalah yang ada. Ibarat Mesin ni, orang yang bermasalah itu seperti mesin yang sudah bekerja lama dan mesin nya sudah panas di atas panas yang seharusnya. Untuk itu, mesin nya perlu di dingin kan kembali, untuk memaksimalkan kinerja nya.  Begitu juga dengan diri kita.

Melalui me time, diri yang tadi nya sudah “penuh” atau “panas” bisa menjadi kembali dingin atau istilah nya tenang. Dari ketenangan ini lah, kita bisa mulai mengurai permasalahan yang terjadi untuk mengambil suatu keputusan yang terbaik.

Kalau Kata orang ambillah keputusan itu ketika tenang. 

Lalu apakah me time harus dengan Travelling? Menurut saya si enggak harus. Yang penting sediakan waktu untuk sendiri, untuk bisa sejenak melepaskan segala tentang masalah yang ada.

Meski sampai saat ini saya belum menemukan cara lain yang lebih mengasyikkan daripada me time dengan travelling, saya yakin pasti ada cara untuk me time tanpa travelling. Kita bahas di next tulisan ya. 🙂 🙂 🙂

Batam, 08.12.2017

-SA-

Lets Learn, Write, Success and Share It