Travelling Ketika Galau Melanda

Tergelitik dengan pertanyaan ” Kalau ko galau, trus travelling, sebenarnya berdampak gak si sama masalah yang dihadapi? ”

To be honest, gak ngefek…

Maksudnya enggak berdampak langsung ke masalah yang dihadapi.

Pada beberapa masalah ada kemungkinan kita pergi sejenak kemudian masalah kita diselesaikan orang lain. Tapi di masalah yang lain, hal ini belum bisa terjadi. Apalagi masalah yang dihadapi bersangkutan dengan hal pribadi di diri kita.

Masalah yang terjadi itu adalah tanggung jawab kita untuk menyelesaikannya.

Well, terus apa dampak travellingnya. Menurut pengalaman saya, travelling di saat bermasalah itu sebenarnya hanyalah salah satu cara untuk  me time atau biasa disebut waktu untuk diri sendiri.

20150514_130432
Sumber: doc pribadi penulis; Loc: Puncak Munara, Rumpin, Bogor

Nah, kegunaan me time ini adalah merelease kembali semua tentang diri kita yang sudah tegang diterpa berbagai macam pemikiran, pertimbangan, dan segala macam rupa dari masalah yang ada. Ibarat Mesin ni, orang yang bermasalah itu seperti mesin yang sudah bekerja lama dan mesin nya sudah panas di atas panas yang seharusnya. Untuk itu, mesin nya perlu di dingin kan kembali, untuk memaksimalkan kinerja nya.  Begitu juga dengan diri kita.

Melalui me time, diri yang tadi nya sudah “penuh” atau “panas” bisa menjadi kembali dingin atau istilah nya tenang. Dari ketenangan ini lah, kita bisa mulai mengurai permasalahan yang terjadi untuk mengambil suatu keputusan yang terbaik.

Kalau Kata orang ambillah keputusan itu ketika tenang. 

Lalu apakah me time harus dengan Travelling? Menurut saya si enggak harus. Yang penting sediakan waktu untuk sendiri, untuk bisa sejenak melepaskan segala tentang masalah yang ada.

Meski sampai saat ini saya belum menemukan cara lain yang lebih mengasyikkan daripada me time dengan travelling, saya yakin pasti ada cara untuk me time tanpa travelling. Kita bahas di next tulisan ya. 🙂 🙂 🙂

Batam, 08.12.2017

-SA-

Lets Learn, Write, Success and Share It

 

 

Iklan

Lima Alasan Kenapa Nulis Lagi

Blog ini terakhir di isi tulisan Februari 2016, Berarti Lebih dari 1 tahun sudah vakum. Ckckckck, jangan ditiru ya…

Well, Setelah sekian lama vakum menulis, entah kenapa menjelang akhir tahun ini muncul kembali niat untuk menulis. Kenapa ya kira-kira?. Baiklah melalui tulisan pembuka ini saya akan tuliskan 5 alasan yang memotivasi saya untuk menulis lagi. Semangat 🙂 🙂 🙂

  1. Menulis itu ibarat Berdoa

Menulis ibarat berdoa, ini pengalaman pribadi. Ketika saya duduk di bangku SMA, saat itu saya galau untuk memutuskan untuk mengambil jurusan kedokteran atau teknik informatika. Di saat bersamaan saya mendapat tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk membuat cerpen. Pada saat itu saya membuat cerpen dengan alur flash back menceritakan tentang seorang gadis yang mengenang kembali bagaimana dia akhirnya mengikuti usulan orang tuanya untuk mengambil jurusan teknik informatika demi membahagiakan orang tuanya. Cerpen ini dibuat sekitar tahun 2007, saat saya duduk di bangku kelas XI SMA. Tepat Juni 2013, saya diwisuda menjadi sarjana Sistem Informasi, ya gak jauh2 amat dari Teknik Informtika masih sama-sama Ilmu Komputer. Bukan hanya wisudawan biasa tapi wisudawan terbaik. Yaps Tulisan itu menjadi doa, pada saat menulis cerpen tadi sebenarnya saya memposisikan diri sebagai si gadis. Mau coba, Silahkan 😀

  1. Menulis itu merilis emosi

Writing for Healing. Pernah di suatu ketika saya merasa dalam keterpurukan. Berbicara pun rasanya malas dan tak didengar. Maka yang saya lakukan adalah menulis semua hal yang tidak menyenangkan di berlembar-lembar kertas. Sampai saya lelah dan berhenti dengan sendirinya. Ajaibnya, setelah itu saya baca kembali satu per satu, ada perasaan tenang di dalam hati saya. Alhamdulillah. Pernah juga saya mengeluarkan emosi dengan cara mencoret2 kertas sampai saya merasa cukup dan emosi pun terlepas. Coba deh sesekali kalau lagi kesel, tulis aja... 😀

  1. Menulis itu menginspirasi

Kalau yang satu ini sepertinya sudah banyak contoh di pasaran, sebut saja Andrea Hirata melalui Laskar Pelangi nya, Kemudian Anwar Fuadi dengan trilogi Negeri 5 negara, kemudian deretan penulis ternama lain nya yang berhasil menginspirasi melalui tulisan-tulisannya. Sekarang seiring canggihnya zaman, tulisan bisa dikemas dalam bentuk status singkat yang bisa di share di media sosial. Sesekali rasanya gak ada salah nya kita posting tulisan/quote yang menginspirasi.

  1. Menulis itu sumber rezeki

Sebenarnya saya mau nulis sumber penghasilan, tapi tetiba teringat sumber rezeki aja deh. Karena rezeki itu tidak hanya penghasilan, tapi teman baru; ilmu baru; cerita dan pengalaman baru juga merupakan rezeki kan?. Saya pernah nulis sesuatu emang gak dapet duit, tapi dapet nya teman cerita baru. Yang akhirnya nambah semangat untuk berbagi.

  1. Menulis itu abadi

Mengutip kata seorang bijak “Kalo kamu ingin mengenal dunia, membacalah. Tapi kalau kamu ingin dikenal dunia, Menulislah” . JK Rowling terkenal melalui cerita Harry Potter yang ia ciptakan. Meski orang tidak mengenalnya secara langsung, namun dari tulisannya dikenal dan abadi dalam ingatan orang.

Ya, di akhir tulisan. Terselip harapan agar saya bisa konsisten menulis. Bukan hanya sekedar curhat tapi curhat yang bisa menginspirasi. Terkadang kan dari cerita orang kita bisa belajar banyak hal. Kalau ada yang baik ya silahkan diambil. Kalau banyak yang salah. Yuk diskusi bareng, namanya juga manusia banyak salahnya, yang penting mau terus belajar.

Salam curhat inspiratif;

Steffi