Tips Menemukan Ide untuk Membuat Tulisan bagi Pemula

What-is-your-big-idea
sumber: https://assets.entrepreneur.com/content/3×2/1300/great-idea.jpg

Salah satu penghambat menulis adalah Ide. Ide ini ibarat hantu/momok terutama untuk seseorang yang baru belajar konsisten menulis seperti saya. Nah, berdasarkan pengalaman pribadi, berikut adalah tips untuk menemukan ide yang akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan:

  1. Membaca

Kegiatan menulis sudah pasti tidak bisa lepas dari membaca. Membaca dapat menambah referensi kita dalam menulis. Terkadang ide tiba-tiba muncul ketika kita membaca. Lalu apa yang dibaca? Sederhana saja, baca apapun yang bisa dibaca, mulai dari buku, majalah, koran, bahkan status mantan eh maksudnya status-status di media sosial. Kadang-kadang melihat tulisan orang lain, membuat kita punya ide untuk menulis.

Reading
sumber: http://tulisbaca.com/wp-content/uploads/2013/10/Reading.jpg
  1. Melihat Galeri Foto

Tips yang kedua adalah melihat kembali galeri foto. Galeri foto bisa saja yang berbentuk fisik, atau pun foto di Laptop atau gadget. Salah satu tujuan orang mengabadikan moment dengan foto adalah untuk menciptakan kenangan. Bisa ajah kan dengan melihat salah satu foto, lalu kita teringat akan suatu kejadian dan menuliskannya. Ayo dilihat-lihat kembali foto-fotonya.

  1. Jalan-Jalan

Tentang Jalan-jalan ini, sudah pasti akan banyak cerita yang bisa diceritakan. Karena pengalaman selama jalan-jalan akan mudah untuk diceritakan kembali. Tapi, pasti ada yang berpikir, kalau mau menulis harus jalan-jalan, berapa budget yang harus dikeluarkan? Tenang, jalan-jalan tidak harus melulu tentang travelling kok. Berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain juga bisa disebut jalan/berjalan. Atau ke mall, ke warung, bahkan Cuma berpindah ruangan pun bisa di sebut jalan-jalan. Intinya berpindah posisi sejenak dari tempat kita berada. Tujuan nya sederhana, dengan berpindah, kita bisa mengamati sekeliling dan ya mungkin saja ide akan muncul.

a1
sumber: http://mediaindonesia.com/files/news/2016/01/a1.jpg
  1. Berdiskusi dengan Teman

Ini adalah tips yang sering saya gunakan ketika saya sedan buntu ide. Sahabat saya, Isnia Nuruldita, merupakan orang yang paling sering saya gangguin ketika buntu ide. Beliau sangat membantu saya dalam hal menemukan ide dan tema tulisan. Salah satu alasan menemukan ide dengan berdiskusi dengan teman adalah terkadang teman kita melihat sisi cerita/ide yang tidak kita pikirkan. Terima kasih ya, Nia aka Blogger Ibukota.

  1. Membuka Kenangan Lama

Tips terakhir adalah membuka kenangan lama. Mungkin agak aneh terdengar, tapi saya pernah mencoba, ketika sedang kesulitan menemukan ide, saya coba mengenang kembali kejadian-kejadian dalam hidup saya. Bisa kejadian seputaran keluarga, lingkungan kerja, lingkungan sekitar, sampai urusan percintaan yang kadang membingungkan (Maaf curcol) Hahahahah. Kemudian, saya akan memilih kenangan mana yang paling-paling, entah itu paling lucu, paling sedih, paling aneh, dan paling-paling lainnya untuk dijadikan tulisan. Beberapa kali tips ini juga efektif, apalagi kalau dipadukan dengan tips no 2. Klop sudah.

 

Nah 5 tips tadi merupakan cara-cara saya untuk menemukan ide. Alhamdulillah, sudah menghasilkan tulisan-tulisan singkat di Instagram @steffi_adam sekalian promosi karena mengikuti tantangan 30 hari bercerita alias Ngeblog di Instagram. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada ide lain atau pengalaman-pengalaman seru lain silahkan tinggalkan di kolom komentar. Terima Kasih

Iklan

7 Hal yang Dikerjakan Dosen selain MENGAJAR

Ery1wDPowZ
https://img.okeinfo.net/content/2014/09/13/373/1038619/Ery1wDPowZ.jpg

Kebanyakan orang berpikir bahwa seorang dosen itu tugasnya hanya mengajar atau memberikan materi di dalam kelas, namun sebenarnya dosen juga memiliki beban kerja lain selain mengajar. Berikut 7 hal yang umumnya dikerjakan dosen selain mengajar:

  1. Menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester

Ketika saya masih menjadi mahasiswa, saya berpikir bahwa dosen hanya menyiapkan materi presentasi menggunakan Ms.Power Point. Namun ternyata lebih dari itu, seorang dosen ketika mengampu suatu mata kuliah, dosen diwajibkan untuk membuat Rencana Pembelajaran Semester atau biasa disebut RPS. Di dalam RPS akan tertera secara jelas kompetensi apa saja yang harus dicapai mahasiswa untuk mata kuliah tersebut. Selain kompetensi, di dalam RPS juga terdapat informasi mengenai daftar acuan yang digunakan (buku, jurnal, atau sumber lainnya), topik pembelajaran, peta capaian mata kuliah, metode pembelajaran, durasi waktu, sampai bobot penilaian. Jadi kalau kita sedang jalan-jalan, RPS itu diibaratkan ittenary perjalanan.

  1. Memeriksa Tugas Mahasiswa

Tugas lainnya tak kalah penting adalah memeriksa tugas mahasiswa. Untuk tugas yang satu ini, banyak atau sedikitnya tergantung pada masing-masing dosen. Biasanya dosen akan menyesuaikan dengan rubrik penilaian yang telah di buat sebelumnya. Kadang ni ya, mahasiswa berpikir dosen senang kalau memberikan tugas pada mahasiswa, padahal sebenarnya memberikan tugas pada mahasiswa itu sama saja menambah pekerjaan dosen.

  1. Menyiapkan Soal Ujian dan Memeriksa Hasil Ujian

Ujian dilakukan untuk mengevaluasi apakah capaian yang dibebankan pada mata kuliah sudah tercapai apa belum. Sebagai seorang dosen, menyiapkan soal ujian tidak bisa dilakukan serta merta, karena soal ujian yang dibuat harus disesuaikan dengan capaian-capaian yang ingin dicapai pada mata kuliah. Hal ini berarti sewaktu akan membuat soal ujian, dosen harus membuka kembali RPS yang telah dibuat, agar soal yang dibuat benar-benar dapat mengevaluasi capaian yang diinginkan.

  1. Menjadi Pembimbing Akademik

Pembimbing Akademik dapat diibaratkan sebagai Wali Kelas ketika kita bersekolah dulu. Pembimbing akademik ditugaskan untuk membimbing mahasiswa selama proses perkuliahan. Biasanya akan dijadwalkan waktu untuk bimbingan akademik. PAda saat bimbingan mahasiswa diperkenankan untuk berdiskusi atau bertukar pendapat tentang akademik selama perkuliahan, bahasa gaul nya adalah curhat.

  1. Menjadi Pembimbing Skripsi

Setiap kampus memiliki kriteria agar seorang dosen bisa menjadi pembimbing tugas akhir atau skripsi. Nah apabila dosen yang bersangkutan sudah memenuhi kriteria, maka dosen tersebut akan diberi tugas untuk membimbing mahasiswa yang sedang tugas akhir. Membimbing mahasiswa yang sedang tugas akhir, berarti secara tidak langsung ikut juga dalam penelitian mahasiswa tersebut. Sedikit banyak, pembimbing skripsi juga memberikan masukan, arahan, dan motivasi agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir dengan baik. Biasanya mahasiswa akan mengingat pembimbing skripsi nya meski sudah lulus. apalagi dosen pengujinya. hahahahah

  1. Melakukan Penelitian

    laptop-2557615_960_720
    https://pixabay.com/id/laptop-mac-komputer-browser-2557615/

Pekerjaan dosen yang satu ini jarang diketahui oleh mahasiswa, padahal penelitian merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan TInggi yang harus dan bahkan wajib dikerjakan oleh dosen. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk mengasah kedalaman ilmu seorang dosen. Penelitian yang dilakukan dosen ini diharapkan juga dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Setelah penelitian selesai dilaksanakan maka seorang dosen diwajibkan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya ke dalam berbagai bentuk seperti seminar Ilmiah maupun jurnal ilmiah.

  1. Melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat

Tri Dharma Perguruan TInggi yang ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat. Dosen juga punya kewajiban untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Pengabdian ini dapat dikemas dalam berbagai bentuk seperti sosialisasi, pelatihan, dan juga pembinaan. Pengabdian dosen dilakukan sesuai dengan bidang ilmu nya.

Ternyata dosen tidak hanya mengajar di kelas kan? Banyak hal lain yang harus dikerjakan oleh seorang dosen. Hal-hal tersebut di atas masih hal-hal yang bersifat teknis, belum yang tidak terlihat seperti tanggung jawab moral untuk mendidik mahasiswa, dan jalan-jalan (ini khusus buat saya) 😀 😀 😀 

 

5 Tipe Mahasiswa Pemikat Hati Dosen

654670579-high-school-lecturer-chalk-blackboard
Sumber: http://footage.framepool.com/shotimg/qf/654670579-high-school-lecturer-chalk-blackboard.jpg

Saat ini saya berprofesi sebagai Dosen Prodi Sistem Informasi, Selama kurang lebih empat tahun menjadi dosen, berbagai tipe mahasiswa telah saya temui di kelas. Di antara banyaknya tipe mahasiswa yang pernah saya temui, berikut adalah tipe-tipe mahasiswa yang selalu terkenang di hati. Ya meski terkadang saya sulit mengingat nama, namun mahasiswa dengan tipe di bawah ini selalu mendapatkan ruang khusus dalam hati saya. Asyik.:D

  1. Mahasiswa yang aktif ketika pembelajaran

Sebagai Dosen, saya paling senang kalau ada mahasiswa yang aktif selama pembelajaran. Aktif disini maksudnya aktif berdiskusi mengenai materi ajar. Dengan adanya timbal balik diskusi mahasiswa, maka pembelajaran menjadi dua arah, dan saya juga bisa melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi ajar. Ya meski terkadang ada juga mahasiswa yang bertanya untuk menguji, atau muncul juga pertanyaan-pertanyaan di luar materi. Dan yang paling sering. “Bu, kapan kita pulang?”

  1. Mahasiswa yang mau berusaha untuk belajar/menyelesaikan tugas

Nah, tipe mahasiswa seperti ini terkadang memang membuat repot, karena akan menyita waktu. Mahasiswa dengan tipe seperti ini akan berulang kali bertanya mengenai tugas yang diberikan. Harapannya pasti mendapatkan hasil tugas yang maksimal. Namun, di balik itu, sebagai seorang dosen, saya akan memberikan catatan tersendiri untuk mahasiswa seperti ini. Karena ini menunjukkan keseriusannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

  1. Mahasiswa yang ramah dan sopan

Idealnya setiap orang akan menyenangi sikap ramah dan sopan dari orang lain. Saya punya pengalaman yang tak terlupakan ketika ada seorang mahasiswa yang menyempatkan diri datang mengantarkan sendiri surat izin di saat istrinya mau melahirkan. Padahal dia seandainya mahasiswa tersebut mengirimkan SMS, maka akan saya terima. Yang lebih membuat terharu, mahasiswa ini berumur jauh di atas saya.

  1. Mahasiswa yang rapi dan wangi

Mahasiswa yang selalu rapi dan wangi bisa juga mencuri perhatian saya sebagai dosen. Rapi dalam berpenampilan membuat saya merasa nyaman ketika memandangnya. Dan wangi bisa memanjakan indra penciuman. Mahasiswa tipe ini saya harapkan menduduki bangku-bangku depan, sayangnya kebanyakan mereka terselip di antara teman-temannya.

  1. Mahasiswa yang lucu

Di antara banyak nya tipe mahasiswa, saya akan sangat berterima kasih dengan tipe Mahasiswa yang lucu. Lucu disini bisa diartikan sebagai mahasiswa yang berperilaku sehingga membuat orang lain tertawa. Hal ini karena mahasiswa dengan tipe ini akan menjadi pencair suasana kelas yang terkadang sudah kusut. Nah, mahasiswa yang lucu akan selalu menjadi idola di kelas.

“Meski begitu, saya menerima kalau setiap mahasiswa unik dan spesial. Yang punya keunggulannya masing-masing”

Namun karena keterbatasan, hanya beberapa mahasiswa yang teringat dan terkenang. Tipe di atas tentunya tidak mutlak, karena setiap dosen memiliki preferensi berbeda terhadap tipe mahasiswa yang akan diingat.

Untuk mahasiswa, menjadi yang terkenang di hati dosen bukanlah yang utama, meski kadang wajah menentukan nilai. Hahahahaha. Namun yang terpenting adalah bagaimana proses pembelajaran dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan sebagai calon-calon sarjana. 😀

Batam, 11 Januari 2018

Steffi Adam